LAPORAN BACAAN TEOLOGI PERJANJIAN BARU JILID 1
“George Eldon Ladd”
a. Mesias
Konsep mengenai Mesias (Christos = Mashiah = Yang Diurapi) adalah konsep Kristologi yang paling penting secara historis bukan secara teologi, karena hal itu menjadi cara umum untuk menunjukkan pengertian Kristen tentang Yesus. Dalam kitab Perjanjian Lama, Mesias yang akan datang kedunia berasal dari keturunan anak Daud, dan ketika Ia datang dalam 2 Samuel 7:12 dst. Menjanjikan bahwa Kerajaan Daud tidak akan berakhir sampai selama-lamanya. Dan gagasan Mesianis dalam Yudaisme dan pengharapan Mesianis dalam kitab-kitab yang hampir setiap gagasan mengenai Mesias memiliki konsep pengertian yang berbeda dengan Yesus karena Kemesiasan yang dilaksanakan Yesus sangatlah berbeda dengan konsep pengertian mereka. Meskipun demikian kita dapat menyimpulkan dan mengamini bahwa Yesuslah Mesias yang dimaksudkan di kitab Perjanjian Lama yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh para nabi-nabi, walaupun Yesus tidak membuat klaim secara terbuka bahwa Dia adalah Mesias, sebab seandainya Yesus secara terbuka sudah memploklamirkan diri-Nya sebagai Mesias, maka pemberitaan itu pasti dianggap oleh orang banyak sebagai satu pengerahan masa untuk memberontak melawan pemerintahan Romawi yang pada saat itu menjajah bangsa Israel, dan Ia sendiri tidak menolak Kemesiasan yang diterapkan kepada-Nya.
b. Anak Manusia
Dalam Injil tradisi sebutan Anak Manusia adalah cara yang paling disukai Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri, bahkan itulah sebutan yang digunakan Yesus secara bebas. Kedua sebutan itu tidak pernah di pakai oleh orang lain untuk menyebut Yesus. Banyak pendapat-pendapat pakar Teolog yang berbeda-beda mengenai Anak Manusi yang dimaksudkan atau yang dipakai Yesus untuk menyebut diri-Nya dalam Injil Sinoptis. Namun walaupun demikian kita dapat mempertahankan bahwa posisi kritis yang kokoh adalah kenyataan bahwa dari semua Perjanjian Baru hanya Yesus sendirilah yang menggunakan instilah Anak Manusia untuk menyebutkan diri-Nya sendiri.
c. Persoalan Mesianis
Persoalan ini harus dihadapi dengan sungguh-sungguh. Injil melukiskan seorang yang menyadari bahwa didalam-Nya ada sesuatu yang melebihi akal. Ia adalah Mesias yang didalam-Nya pemerintahan kerajaan Allah telah datang kepada manusia, tetapi dalam hali ini Ia bukan Mesias yang nasionalistis dan politis seperti pengharapan Yahudi Kontemporer. Ialah yang di urapi Tuhan untuk menggenapi janji-janji Mesianis dalam Perjajian Lama, tetapi penggenapannya terjadi dalam alam rohani, bukan dalam alam sosial politik. Dan yang perlu kita pahami dan imani bahwa sifat Allah dan sejarah punya tempat untuk Yesus yang digambarkan Injil yang memungkinkan kita dapat memahami, dan menerima kesaksian Alkitabiah.
d. Misi Mesianis
Misi Mesianis Yesus Bertujuan untuk mempersiapkan manusia bagi Kerajaan Allah yang akan datang yang didahului dengan adanya yang dimana Yesus mengalami penderitaan dan kematian-Nya dikayu salib. Dan Yesus selalu mengharapkan kedatangan kerajaan eskatologis yaitu saat hukuman akhir akanmemisahkan manusia ; yang benar masuk kedalam kehidupan dan berkat-berkat keerajaan itu dan yang berdosa masuk kedalam malapetaka hukuman.
Minggu, 30 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar