Minggu, 30 Agustus 2009
Anak Perdamaian "Don Richardson"
Dalam buku yang berjudul ANAK PERDAMAIAN yang ditulis oleh Don & Richardson. Penulis menceritakan pengalamannya sebagai hamba Tuhan yang memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dalam hidupnya. Sampai pada akhirnya Don & Carol Richardson ditahun 1962 Region Beyond Missionary Union mengutus mereka kepada orang-orang Sawi di Irian Jaya yang dimana suku tersebut masih hidup seperti layaknya orang Zaman Batu, terpencil dari dunia luar dan mereka hanya mengenal suku-suku yang hidup didekat mereka saja. Mereka adalah suku yang memakan sesamanya atau dengan kata lain (manusia kanibal) dan menggunakan tengkorak para korban mereka menjadi bantal dan pengayau. Suku ini memiliki sebuah falsafah hidup yang dibudayakan secara turun-temurun yaitu “Bagi Mereka,” menggemukkan dengan persahabatan” seorang korban yang akan disembelih, yang merupakan bentuk pengkhianatan yang paling tinggi tingkatnya dan ini benar-benar dilakukan orang sawi. Dan dikawasan orang Sawi, sering terjadi peperangan antar suku “orang-orang sawi itu sendiri namun beda suku dan bahasa”. Dengan keadaan suku yang memiliki budaya seperti itu jika seseorang ingin melakukan penginjilan sangat berbahaya bagi keselamatan para penginjil tersebut yang disuatu ketika dapat membuat seorang penginjil tersebut kehilangan nyawanya, namun kebudayaan seperti itu tidak menggentarkan Don Richardson untuk mengurungkan niatnya melakukan penginjilan kedaerah itu justru hal itu membuat mereka semakin rindu memenangkan jiwa mereka untuk Tuhan dan memberitakan kabar keselamatan yaitu “Anak Perdamaian yang tidak lain Yesus sendiri, yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia dan mendamaikan manusia kepada Allah. Berbeda dengan legenda anak perdamaian yang telah menjadi salah satu bagian suku orang sawi itu.
Didalam buku yang saya baca ini saya melihat ada keyakinan atau iman yang begitu besar dari si penulis bahwa penginjilan yang mereka lakukan, bahwa Yesus akan senantiasa menyertai mereka dan Tuhan tidak akan meninggalkan mereka (Matius 18-20) dan hal ini juga yang menjadi spirit mereka untuk tetap teguh dan setia melaksanakan penginjilan meskipun sekalipun bahaya-bahaya akan datang kapan saja untuk menghambat pekerjaan Tuhan yang mereka lakukan dan membahayakan keselamatan mereka. Namun semangat perjuangan yang dilakukan oleh Don & Carol Richardson dalam melakukan penginjilan yang mereka lakukan sampai memenangkan jiwa-jiwa orang sawi sepenuhnya untuk Kristus, menjadi inspirasi dan semangat bagi saya untuk turut serta juga melakukan penginjilan bagi suku-suku yang terasingkan khususnya di Indonesia yang belum mengenal kabar keselamatan dari Yesus Kristus supaya tiap-tiap orang dari “mereka” juga mengenal Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat dan Tuhan mereka juga.
Teologi PB jilid 1
“George Eldon Ladd”
a. Mesias
Konsep mengenai Mesias (Christos = Mashiah = Yang Diurapi) adalah konsep Kristologi yang paling penting secara historis bukan secara teologi, karena hal itu menjadi cara umum untuk menunjukkan pengertian Kristen tentang Yesus. Dalam kitab Perjanjian Lama, Mesias yang akan datang kedunia berasal dari keturunan anak Daud, dan ketika Ia datang dalam 2 Samuel 7:12 dst. Menjanjikan bahwa Kerajaan Daud tidak akan berakhir sampai selama-lamanya. Dan gagasan Mesianis dalam Yudaisme dan pengharapan Mesianis dalam kitab-kitab yang hampir setiap gagasan mengenai Mesias memiliki konsep pengertian yang berbeda dengan Yesus karena Kemesiasan yang dilaksanakan Yesus sangatlah berbeda dengan konsep pengertian mereka. Meskipun demikian kita dapat menyimpulkan dan mengamini bahwa Yesuslah Mesias yang dimaksudkan di kitab Perjanjian Lama yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh para nabi-nabi, walaupun Yesus tidak membuat klaim secara terbuka bahwa Dia adalah Mesias, sebab seandainya Yesus secara terbuka sudah memploklamirkan diri-Nya sebagai Mesias, maka pemberitaan itu pasti dianggap oleh orang banyak sebagai satu pengerahan masa untuk memberontak melawan pemerintahan Romawi yang pada saat itu menjajah bangsa Israel, dan Ia sendiri tidak menolak Kemesiasan yang diterapkan kepada-Nya.
b. Anak Manusia
Dalam Injil tradisi sebutan Anak Manusia adalah cara yang paling disukai Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri, bahkan itulah sebutan yang digunakan Yesus secara bebas. Kedua sebutan itu tidak pernah di pakai oleh orang lain untuk menyebut Yesus. Banyak pendapat-pendapat pakar Teolog yang berbeda-beda mengenai Anak Manusi yang dimaksudkan atau yang dipakai Yesus untuk menyebut diri-Nya dalam Injil Sinoptis. Namun walaupun demikian kita dapat mempertahankan bahwa posisi kritis yang kokoh adalah kenyataan bahwa dari semua Perjanjian Baru hanya Yesus sendirilah yang menggunakan instilah Anak Manusia untuk menyebutkan diri-Nya sendiri.
c. Persoalan Mesianis
Persoalan ini harus dihadapi dengan sungguh-sungguh. Injil melukiskan seorang yang menyadari bahwa didalam-Nya ada sesuatu yang melebihi akal. Ia adalah Mesias yang didalam-Nya pemerintahan kerajaan Allah telah datang kepada manusia, tetapi dalam hali ini Ia bukan Mesias yang nasionalistis dan politis seperti pengharapan Yahudi Kontemporer. Ialah yang di urapi Tuhan untuk menggenapi janji-janji Mesianis dalam Perjajian Lama, tetapi penggenapannya terjadi dalam alam rohani, bukan dalam alam sosial politik. Dan yang perlu kita pahami dan imani bahwa sifat Allah dan sejarah punya tempat untuk Yesus yang digambarkan Injil yang memungkinkan kita dapat memahami, dan menerima kesaksian Alkitabiah.
d. Misi Mesianis
Misi Mesianis Yesus Bertujuan untuk mempersiapkan manusia bagi Kerajaan Allah yang akan datang yang didahului dengan adanya yang dimana Yesus mengalami penderitaan dan kematian-Nya dikayu salib. Dan Yesus selalu mengharapkan kedatangan kerajaan eskatologis yaitu saat hukuman akhir akanmemisahkan manusia ; yang benar masuk kedalam kehidupan dan berkat-berkat keerajaan itu dan yang berdosa masuk kedalam malapetaka hukuman.
Rabu, 12 Agustus 2009
Mengapa Orang Yahudi Bisa Pintar?
Artikel Dr. Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Ph.D.-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan.
“Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet).” Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam.
Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (cod lever oil).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di Calfornia, dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun ke belakang!
“Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak, dan berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara.”
“Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis, dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi.”
“Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. ” Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
“Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar! Hasilnya? Dengan penduduk berjumlah ratusan juta orang, ada berapa banyakkah universitas di Indonesia? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali! Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?
Sabili Edisi No. 16Th XVI 26 Februari 2009)
Oleh: Eman Mulyatman
FW: Romantic Test (read this) Message:
>
> ----------------------------------
> Original message from nDra:
> >
> > ----------------------------------
> > Original message from '-link'z-':
> > >
> > > ----------------------------------
> > > Original message from Giovanni:
> > > > HARAP DICOBA ( PASTI KAGET DECH N
> > > > CUCOK BANGET!!!)
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > Guys.....u must try this.tapi
> > > > kalian bener2 jangan ngeliat
> > > > jawabannya di
> > > > bawah ya...loe ikutin aja
> > > > instruksi2nya, dijamin
> > > > deh bakal kaget loe liat hasilnya, gue
> > > > aja masih
> > > > terheran2 dan geleng2 kepala......tapi
> > > > mikirnya
> > > > jangan lama2, apa yang ada di hati loe
> > > > aja
> > > > tapi bukan berarti asal2an
> > > > loooohh.....enjoy....
> > > >
> > > > Psikotest ini diambil dari email
> > > > internet,
> > > > diterjemahkan oleh orang tersebut dari
> > > > bahasa
> > > > asalnya Japanese. Anda akan menemukan
> > > > hasil
> > > > yang sangat mengejutkan. Orang yang
> > > > memikirkan
> > > > game ini, konon sesudah membaca mail
> > > > ini,
> > > > harapannya dapat terkabul. Pasti anda
> > > > akan
> > > > terkejut melihat hasilnya.!!!
> > > > Cuma janji dulu, JANGAN MEMBACA JAWABAN
> > > > DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU.
> > > > ISI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA.
> > > > BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU
> > > > PARAGRAF.> > > > Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.
> > > > Waktu memilih nama, anda harus memilih
> > > > orang
> > > > yang anda kenal. Jangan terlalu banyak
> > > > mikir,
> > > > tulislah apa yang ada di kepala anda.
> > > >
> > > > INGAT : Maju satu paragraf per
> > > > paragraf.
> > > > Kalau anda membaca kelanjutannya,
> > > > Permohonan
> > > > anda tidak akan terkabul.
> > > > 1.. Pertama-tama tulis angka 1 sampai
> > > > sebelas di
> > > > kertas anda secara vertikal (atas ke
> > > > bawah)
> > > >
> > > > 2.. Tulis angka yang paling kamu
> > > > senang (antara1-
> > > > 11) disebelah angka No.1 dan 2
> > > >
> > > > 3.. Tulis 2 nama orang (lawan jenis)
> > > > yang kamu
> > > > kenal, masing-masing di No.3 dan No.7
> > > >
> > > > 4.. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal
> > > > di No.4, 5,
> > > > dan 6. Disini kamu boleh menulis nama
> > > > orang di
> > > > keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK.
> > > > Cuma
> > > > harus yang kamu kenal
> > > >
> > > > 5.. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis
> > > > nama judul
> > > > lagu yang berbeda-beda
> > > >
> > > > 6.. Terakhir, tulis kamu punya
> > > > permohonan.(Kamu
> > > > minta permohonan)
> > > > NAH......... dibawah ini ada jawaban
> > > > dari psikotest-
> > > > nya mudah-mudahan cocok jawabannya.
> > > > 1.. Anda harus memberitahu ke orang
> > > > yang anda
> > > > tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
> > > > 2.. Orang yang anda tulis di No.3
> > > > adalah orang
> > > > yang kamu cintai.
> > > > 3.. Orang yang anda tulis di No.7
> > > > adalah orang
> > > > yang kamu suka, tetapi bertepuk
> > > > sebelah tangan.
> > > > 4.. Orang yang anda tulis di No.4
> > > > adalah orang
> > > > yang anda rasa paling penting bagi
> > > > anda.
> > > > 5.. Orang yang anda tulis di No.5
> > > > adalah orang
> > > > yang paling mengerti tentang anda.
> > > > 6.. Orang yang anda tulis di No. 6
> > > > adalah orang
> > > > yang membawa keberuntungan pada anda.
> > > > 7.. Lagu yang anda tulis di no. 8
> > > > adalah lagu yang
> > > > ditujukan untuk orang No.3
> > > > 8.. Lagu yang anda tulis di no.9
> > > > adalah lagu yang
> > > > ditujukan untuk orangNo.7
> > > > 9.. Lagu yang anda tulis di no.10
> > > > adalah lagu yang
> > > > melukiskan apa yang ada di hati anda.
> > >
Senin, 27 Juli 2009
wah,,,,,wa,,,
besok dah masuk lagi...........
bisa stress gw,,,,gak ada istirahatnya!!!
tapi gw yakin dibalik perjuangan gw sekarang,,,
suatu saat nanti pasti membuahkan hasil yang positif juga,,,
tapi itu juga gw harus tetap inget my JC dalam setiap perencanaan gw dan berdoa kepada-Nya
supaya Dia tetap menyertai gw.
Amin
Minggu, 26 Juli 2009
ASAL USUL JIWA MANUSIA
________________________________________
Dalam pembahasan berkenaan dengan asal-usul jiwa manusia kelompok kami akan memaparkan tiga pandangan tentang hal ini:
I. Pre-Existentianism.
1) Jiwa manusia sudah ada sebelum ia mulai ada dalam kandungan.
2) Ada dosa yang dilakukan jiwa itu, yang lalu menyebabkan jiwa itu harus berada dalam sebuah tubuh dan tinggal di dunia (sebagai hukuman).
Keberatan terhadap ajaran ini:
a) Ajaran ini tidak mempunyai dasar Kitab Suci. Ajaran yang mengatakan bahwa jiwa dipersatukan dengan tubuh sebagai hukuman, adalah ajaran kafir
b) Ajaran ini menganggap bahwa tubuh manusia adalah suatu tambahan / embel-embel yang tidak penting dalam diri manusia. Mereka percaya bahwa manusia adalah sesuatu yang lengkap sekalipun tanpa tubuh. Ini menghapuskan perbedaan antara manusia dan malaikat.
c) Ajaran ini menghapuskan ‘the unity of the race’ / kesatuan umat manusia.
d) Dalam kesadaran kita, kita tidak pernah mengingat apa-apa yang terjadi dalam kehidupan lalu kita (waktu jiwa itu belum mempunyai tubuh).
II. Traducianism.
Baik tubuh maupun jiwa seorang anak diturunkan oleh / dari orang tuanya.
Dasar dari pandangan ini:
1) Orang tua adalah orang tua dari seluruh anak, berarti termasuk jiwanya.
2) Penciptaan Hawa (Kej 2:21-23 1Kor 11:8) yang berbeda dengan penciptaan Adam. Pada penciptaan Adam, tubuh berasal dari tanah / bumi, sedangkan jiwanya berasal dari Tuhan (Kej 2:7). Tetapi pada waktu Allah menciptakan Hawa, tidak pernah dikatakan ada elemen dari Hawa yang berasal dari Tuhan. Jadi, harus disimpulkan bahwa baik tubuh maupun jiwa Hawa berasal dari Adam.
Bantahan:
Ada pepatah yang berbunyi: ‘Silence proves nothing!’ (= Diam tidak membuktikan apa-apa!). Bahwa Kitab Suci diam / tidak berkata apa-apa tentang jiwa Hawa, tidak membuktikan bahwa jiwa Hawa berasal dari Adam. Mungkin Allah memberi jiwa itu namun tidak diceritakan oleh Kitab Suci.
3) Sejak Sabat yang pertama (Kej 2:3), Allah tidak lagi mencipta secara langsung.
Pada hari pertama sampai hari keenam Allah menciptakan secara langsung. Tetapi pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta, dan sejak saat itu Allah hanya mencipta secara tidak langsung, yaitu melalui hal-hal alamiah, second causes / penyebab kedua, dsb. Jadi penciptaan jiwa manusia juga dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui orang tuanya.
Bantahan:
a) Ini membatasi Allah. Sekalipun Allah pada umumnya bekerja melalui hal alamiah / second causes / penyebab kedua, tetapi Ia juga sering bekerja langsung, seperti:
• pada waktu terjadinya mujijat
• pada peristiwa kelahiran baru (ini penciptaan!)
b) Kej 2:3 menyebutkan ‘rested’ (= beristirahat). Jadi, tidak berarti bahwa Allah berhenti mencipta (secara langsung) untuk selama-lamanya.
4) Sifat seorang anak mirip orang tuanya. Jadi jelas bahwa jiwanya berasal dari orang tuanya.
Bantahan:
a) Kemiripan itu bisa terjadi karena anak itu meniru orang tuanya.
b) Tubuh anak itu jelas dari orang tuanya, dan tubuh mempengaruhi jiwa dari anak itu , sehingga akhirnya jiwanya juga mirip orang tuanya.
c) Pada waktu Allah memberikan jiwa, Ia menyesuaikannya dengan tubuh si anak.
5) Ibr 7:9-10 mengatakan bahwa Lewi ada di dalam tubuh Abraham.
Ibr 7:9-10 - “(9) Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, (10) sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu”.
Bantahan:
a) Dalam Ibr 7:9 ada kata-kata ‘maka dapatlah dikatakan’. Ini menunjukkan bahwa hal ini tidaklah merupakan hal yang sebenarnya.
b) idak mungkin seluruh jiwa Lewi berada dalam tubuh Abraham, karena Sara, Ribka, dan Lea pasti juga punya andil terhadap jiwa Lewi tersebut.
6) Inkarnasi Kristus
Kecuali tubuh dan jiwa Kristus diturunkan dari Maria, maka Kristus tidak bisa disebut manusia sejati sama seperti kita.
Bantahan:
Kristus lahir sama seperti semua manusia yang lain kecuali dalam hal terjadinya kandungan itu oleh Roh Kudus. Kalau semua manusia jiwanya bukan berasal dari orang tuanya (sesuai dengan pandangan Creationism), maka Kristus adalah manusia sama seperti kita sekalipun jiwanya tidak berasal dari Maria (tetapi merupakan ciptaan langsung dari Allah).
7) Adanya dosa / kebejatan moral / rohani pada umat manusia.
Orang-orang yang menganut Traducianism berkata bahwa:
• Kita betul-betul berdosa (actually sinned) di dalam Adam karena pada saat itu kita memang ada di dalam dia.
• Zat yang melanggar Firman Tuhan di dalam diri Adam, itulah yang diturunkan / diberikan kepada kita, sehingga begitu lahir, moral sudah bejat.
Kalau kita beranggapan bahwa jiwa seseorang berasal dari Allah, maka ada 2 kemungkinan:
• Jiwa yang diciptakan Allah itu jiwa yang berdosa.
• Jiwa yang diciptakan itu suci, tetapi lalu setelah dipersatukan dengan tubuh, menjadi manusia yang berdosa.
Yang manapun yang benar, ini berarti bahwa Allah adalah pencipta kejahatan moral (God is the author of moral evil)
Bantahan:
a. Kalau memang pada saat Adam berdosa, kita sudah ada di dalam dia, sehingga kita betul-betul berdosa di dalam dia, maka mengapa dosa Adam yang lain tidak diturunkan? Dan mengapa dosa-dosa nenek moyang kita, tidak diturunkan kepada kita?
b. Kalau semua orang betul-betul berdosa di dalam Adam, maka Kristus juga demikian!
c. Allah bukanlah pencipta dari moral evil / kejahatan moral. Adanya dosa asal, dsb merupakan hukuman Allah atas dosa Adam.
III. Creationism.
Tubuh anak berasal dari orang tuanya, tetapi jiwanya merupakan ciptaan langsung dari Tuhan.
Dasar dari pandangan ini:
1) Ini sesuai dengan penciptaan pertama (terhadap Adam), dimana tubuh berasal dari tanah / bumi, sedangkan jiwa berasal dari Tuhan (Kej 2:7).
Bantahan:
Ini hanya berlaku untuk Adam.
2) Ada ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa jiwa / roh manusia diciptakan / diberi oleh Tuhan.
• Bil 16:22 - “Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: ‘Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?’”.
Jadi Allah disebut sebagai ‘Allah dari roh segala makhluk’.
• Ibr 12:9 - “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”.
Ayat ini menyebut Allah sebagai ‘Bapa segala roh’.
• Yes 42:5 - “Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya”.
Ayat ini mengatakan bahwa Allahlah yang memberikan nafas / nyawa kepada umat manusia.
kata ‘nafas’ di sini menggunakan kata Ibrani yang sama dengan kata ‘nafas’ dalam Kej 2:7.
kata ‘nyawa’ di sini dalam bahasa Ibraninya adalah RUAKH, yang biasanya diterjemahkan ‘roh’.
• Yes 57:16 - “Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapanKu, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan”.
Ayat ini mengatakan bahwa Allahlah yang membuat ‘nafas kehidupan’.
kata ‘nafas kehidupan’ di sini menggunakan kata Ibrani yang sama dengan kata ‘nafas’ dalam Kej 2:7.
kata ‘nafas’ di sini ada dalam bentuk jamak, sehingga tidak mungkin menunjuk kepada Adam.
• Zakh 12:1 - “Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia”.
Ayat ini secara explicit mengatakan bahwa Allahlah yang menciptakan roh dalam diri manusia. Tetapi kata ‘manusia’ di sini menggunakan kata Ibrani ADAM, sehingga ini bisa menunjuk kepada Adam.
• Maz 104:28-30 - “(28) Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. (29) Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. (30) Apabila Engkau mengirim rohMu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi”.
Ayat ini mengatakan bahwa binatangpun rohnya dari Tuhan.
Bantahan:
Ayat-ayat tersebut di atas artinya adalah: Allah mencipta roh manusia pertama / roh Adam, dan lalu selanjutnya Allah mencipta dengan perantaraan manusia pertama / Adam.
Mari kita memperhatikan beberapa ayat di bawah ini:
• Ayub 10:8-9 - “(8) TanganMulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (9) Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?”.
• Ayub 34:14-15 - “(14) Jikalau Ia menarik kembali RohNya, dan mengembalikan nafasNya padaNya, (15) maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu”.
• Maz 103:13-14 - “(13) Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. (14) Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu”.
• Pkh 3:20 - “Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu”.
Dari ayat-ayat ini terlihat bahwa Kitab Suci juga mengatakan bahwa kita berasal dari debu, padahal yang betul-betul dari debu hanyalah Adam, sedangkan kita diturunkan oleh Adam.
Analoginya: Kalau Kitab Suci berkata bahwa roh / jiwa kita dicipta oleh Allah, maka itu berarti bahwa jiwa / roh Adam saja yang dicipta oleh Allah, sedangkan jiwa / roh kita diturunkan oleh Adam.
3) Jiwa bersifat indivisible (= tak bisa dipecah-pecah). Kalau kita percaya pada Traducianism, maka kita harus percaya bahwa sebagian jiwa ibu bergabung dengan sebagian jiwa ayah menjadi jiwa anak.
Bantahan:
Kita tidak mengerti tentang substance / zat dari jiwa. Kalau dikatakan bahwa jiwa berasal dari orang tua, tetapi dalam proses perkembang-biakan itu tidak terjadi perpecahan maupun penggabungan jiwa, maka tidak ada orang yang bisa membenarkan ataupun menyalahkan.
Kesimpulan:
Ajaran Pre-existentianism jelas salah. Tetapi ajaran Traducianism dan Creationism mempunyai dasar yang sama-sama kuat, sehingga sukar dibuktikan secara jelas yang mana yang benar.
• Agustinus tidak bisa menentukan yang mana yang benar.
• Martin Luther berpegang pada Traducianism.
• Calvin berpegang pada Creationism.
Ini terlihat misalnya dari tafsiran Calvin tentang Yoh 3:6 dimana ia berkata:
“the soul is not begotten by human generation” (= jiwa tidak diturunkan oleh kelahiran) - hal 112.
• Mayoritas (tidak semua) orang Reformed juga berpegang pada Creationism.
• Kelompok kami sendiri condong pada Creationism.
Blood of Jesus - Why is this required?
Blood of Jesus - Why is this required?
In the Old Testament (after Adam’s original sin), God accepted the death of an animal as a substitute for the sinner. The animal’s shed blood was proof that that one life had to be given for another. Life is precious and God places great value on each one of His created beings. This agreement demonstrated that, while blood symbolized death, it also showed that a life was spared. However, this was a temporary covenant. This blood needed to be repeated daily and yearly.
God would later send His only Son providing a new covenant, or New Testament through Jesus Christ. Jesus would die in the place of all sinners. His sacrifice fulfilled completely what the Old Testament covenant meant to. His blood would remove the sins of the world for all who put their faith in Him. This sacrifice would never have to be repeated; it is an eternal covenant.
John the Baptist called Jesus the “Lamb of God, who takes away the sins of the world” (John 1:29) The Lamb of course, referenced the unblemished animal sacrifice of old. There are many references to sacrificial offerings in the Old Testament. One that may be most familiar is the sprinkling of blood on the Hebrew doorposts when they were held in bondage by the Pharaoh of Egypt. This act provided God’s protection as His curse of the death angel passed through the streets. This curse was just one that God sent down on Pharaoh, moving him to release these Hebrew slaves.
The event was then commemorated in the Hebrew Feast of Passover. It is now recognized as a “type” or foreshadowing of the blood of Jesus. The blood is a powerful, freeing, and protecting provision from God. As one Christian hymn says, “There is power, power, wonder-working power in the precious blood of the Lamb.” If you have asked Jesus to be Lord of your life, then you too have applied the blood of the Lamb on the doorposts of your heart. He is covering your heart, and your life with his protection and ever-lasting forgiveness of sin.
Blood of Jesus - How is this possible?
It is possible for everyone to have the protection and forgiveness that the blood of Jesus provides. Regardless of what sins and offenses we have committed against God, He offers this gift to each of us. John 3:17 tells us that Jesus didn’t come to condemn us but to save us.
It is not enough to say we believe in God or know about Him. We must want know Him personally and accept the sacrifice of His Son, Jesus, to receive it. The Bible, God’s Holy Word, says that no one can enter heaven or get to the Father except through the Son (John 14:6) And in John 6:40, Jesus says that all who believe in Him will receive everlasting life -- with Him! We are only asked to believe (have faith), repent (turn from sin), receive (salvation through Jesus), confess Him, and transfer ownership of our lives to Him. If you have never asked Jesus into your life, won’t you ask Him now?
In the Old Testament (after Adam’s original sin), God accepted the death of an animal as a substitute for the sinner. The animal’s shed blood was proof that that one life had to be given for another. Life is precious and God places great value on each one of His created beings. This agreement demonstrated that, while blood symbolized death, it also showed that a life was spared. However, this was a temporary covenant. This blood needed to be repeated daily and yearly.
God would later send His only Son providing a new covenant, or New Testament through Jesus Christ. Jesus would die in the place of all sinners. His sacrifice fulfilled completely what the Old Testament covenant meant to. His blood would remove the sins of the world for all who put their faith in Him. This sacrifice would never have to be repeated; it is an eternal covenant.
John the Baptist called Jesus the “Lamb of God, who takes away the sins of the world” (John 1:29) The Lamb of course, referenced the unblemished animal sacrifice of old. There are many references to sacrificial offerings in the Old Testament. One that may be most familiar is the sprinkling of blood on the Hebrew doorposts when they were held in bondage by the Pharaoh of Egypt. This act provided God’s protection as His curse of the death angel passed through the streets. This curse was just one that God sent down on Pharaoh, moving him to release these Hebrew slaves.
The event was then commemorated in the Hebrew Feast of Passover. It is now recognized as a “type” or foreshadowing of the blood of Jesus. The blood is a powerful, freeing, and protecting provision from God. As one Christian hymn says, “There is power, power, wonder-working power in the precious blood of the Lamb.” If you have asked Jesus to be Lord of your life, then you too have applied the blood of the Lamb on the doorposts of your heart. He is covering your heart, and your life with his protection and ever-lasting forgiveness of sin.
Blood of Jesus - How is this possible?
It is possible for everyone to have the protection and forgiveness that the blood of Jesus provides. Regardless of what sins and offenses we have committed against God, He offers this gift to each of us. John 3:17 tells us that Jesus didn’t come to condemn us but to save us.
It is not enough to say we believe in God or know about Him. We must want know Him personally and accept the sacrifice of His Son, Jesus, to receive it. The Bible, God’s Holy Word, says that no one can enter heaven or get to the Father except through the Son (John 14:6) And in John 6:40, Jesus says that all who believe in Him will receive everlasting life -- with Him! We are only asked to believe (have faith), repent (turn from sin), receive (salvation through Jesus), confess Him, and transfer ownership of our lives to Him. If you have never asked Jesus into your life, won’t you ask Him now?
