Minggu, 30 Agustus 2009

Anak Perdamaian "Don Richardson"

LAPORAN BACAAN ANAK PERDAMAIAN


Dalam buku yang berjudul ANAK PERDAMAIAN yang ditulis oleh Don & Richardson. Penulis menceritakan pengalamannya sebagai hamba Tuhan yang memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan dalam hidupnya. Sampai pada akhirnya Don & Carol Richardson ditahun 1962 Region Beyond Missionary Union mengutus mereka kepada orang-orang Sawi di Irian Jaya yang dimana suku tersebut masih hidup seperti layaknya orang Zaman Batu, terpencil dari dunia luar dan mereka hanya mengenal suku-suku yang hidup didekat mereka saja. Mereka adalah suku yang memakan sesamanya atau dengan kata lain (manusia kanibal) dan menggunakan tengkorak para korban mereka menjadi bantal dan pengayau. Suku ini memiliki sebuah falsafah hidup yang dibudayakan secara turun-temurun yaitu “Bagi Mereka,” menggemukkan dengan persahabatan” seorang korban yang akan disembelih, yang merupakan bentuk pengkhianatan yang paling tinggi tingkatnya dan ini benar-benar dilakukan orang sawi. Dan dikawasan orang Sawi, sering terjadi peperangan antar suku “orang-orang sawi itu sendiri namun beda suku dan bahasa”. Dengan keadaan suku yang memiliki budaya seperti itu jika seseorang ingin melakukan penginjilan sangat berbahaya bagi keselamatan para penginjil tersebut yang disuatu ketika dapat membuat seorang penginjil tersebut kehilangan nyawanya, namun kebudayaan seperti itu tidak menggentarkan Don Richardson untuk mengurungkan niatnya melakukan penginjilan kedaerah itu justru hal itu membuat mereka semakin rindu memenangkan jiwa mereka untuk Tuhan dan memberitakan kabar keselamatan yaitu “Anak Perdamaian yang tidak lain Yesus sendiri, yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia dan mendamaikan manusia kepada Allah. Berbeda dengan legenda anak perdamaian yang telah menjadi salah satu bagian suku orang sawi itu.
Didalam buku yang saya baca ini saya melihat ada keyakinan atau iman yang begitu besar dari si penulis bahwa penginjilan yang mereka lakukan, bahwa Yesus akan senantiasa menyertai mereka dan Tuhan tidak akan meninggalkan mereka (Matius 18-20) dan hal ini juga yang menjadi spirit mereka untuk tetap teguh dan setia melaksanakan penginjilan meskipun sekalipun bahaya-bahaya akan datang kapan saja untuk menghambat pekerjaan Tuhan yang mereka lakukan dan membahayakan keselamatan mereka. Namun semangat perjuangan yang dilakukan oleh Don & Carol Richardson dalam melakukan penginjilan yang mereka lakukan sampai memenangkan jiwa-jiwa orang sawi sepenuhnya untuk Kristus, menjadi inspirasi dan semangat bagi saya untuk turut serta juga melakukan penginjilan bagi suku-suku yang terasingkan khususnya di Indonesia yang belum mengenal kabar keselamatan dari Yesus Kristus supaya tiap-tiap orang dari “mereka” juga mengenal Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat dan Tuhan mereka juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar